Minggu, 30 Oktober 2016

Gagasan Masohi




 
Assalamualaikum Wr.. Wb..


   Di kesempatan ini saya akan menuliskan gagasan dan ide saya untuk negeri tercinta Indonesia. Akan lebih baik sebelumnya marilah kita panjatkan puji dan Syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita semua rahmat dan kasihsayang-Nya. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah membantu dalam menyelesaikan artikel ini. Ok, cukup kata pembukanya, untuk tidak bertele-tele lebih lama lagi marilah kita masuk pada inti permasalahan.
Kali ini saya akan membahas gagasan saya tentang pengolahan sampah di Masohi. Sebelum masuk pada inti permasalahannya marilah kita mengenal sedikit tentang asal-usul Kota yang sedang berkembang ini.

(Batas Kota sekaligus pintu masuk kota masohi)

   Kota Masohi adalah ibukota dari kabupaten Maluku Tengah profvinsi Maluku, merupakan kota yang dibangun pada tahun 1957 yang diresmikan lewat peletakan batu pertama oleh presiden pertama RI Ir Soekarno. Kota ini pada awalnya dibangun di atas tanah sengketa antara pemerintah Amahai dengan pemerintah daerah setelah daerah Seram Barat tidak dianggap layak. Kota yang didirikan pada tanah adat negeri Amahai "dataran NAMA" merupakan awal dari sejarah nusa ina/pulau seram setelah melemahnya kekuatan Republik Maluku Selatan pimpinan Chr. Soumokil serta sebagai wujud membangun Maluku setelah kemerdekaan NKRI.



 ( Presden Soekarno )

Setelah konflik SARA yang terjadi di Maluku pada Masa Reformasi usai, kota Masohi pun ikut terkena dampak dari kerusakan yang di akibatkan konflik brutal tersebut, bahkan seluruh kota hampir luluh lantah. Setelah masa konflik usai, Masohi pun mulai berbenah diri. Masyarakat dan pemerintah pun saling bahu membahu dalam membangun infra struktur kota. Mulai dari perumahan, sekolah, sampai pusat pemerintahan mulai di bngaun kembali. Walaupun infra struktur dan dan fasilitas di kota masohi kian bertumbuh, namun menurut lembaga lpdp, kab. Maluku Tengah yang didalamnya terdapat kota Masohi masih dalam status wilayah tertinggal. 

(saksi bisu konflik SARA kota Masohi)

   Setelah keamanan dan kedamaian serta kenyamanan telah tercipta di tanah Masohi masalah baru pun mulai bermunculan, salah satunya adalah pengelolaan ‘sampah’. Walaupun dapat di katakan Masohi merupakan kota yang asri dan hijau, Masalah sampah di Masohi semakin hari semakin menghawartirkan, mulai dari sampah bertebaran di mana mana, TPA (tempat pembuangan akhir) yang tidak jelas kebradaannya dan sampah yang menumpuk di saluran sungai kota yang di akibatkan pembuangan sampah secara sembarangan kian hari kian menghawatirkan.


   Dalam mengatasi sampah ini tak hanya di butuhkan peran pemerintah secara berkelanjutan, tetapi juga di butuhkan peran penting masyarakat dalam menangani hal tersebut. Walaupun sekarang pemerintah kota masohi tengah mencanangkan program pembersihan tepi pantai yang sudah dapat di lihat kemajuannya yang kian hari semakin signifikan, namun permasalahn utamanya terletak pada TPA yang bisa dikatakan merusak tampilan hutan. Kenapa dapat merusak tampilan hutan, di karenakan TPA tersebut letak lokasinya dapat di katakan di dalam hutan. Ini menimbulkan pertanyaan yang terus terbesik  di benak kita, apakah nanti pada suatu hari tidak akan terjadi penumpukan sampah di daerah tersebut jika dibiarkan begitu terus menerus?, apalagi sampah yang dihasilkan kian hari semakin bertambah. Maka dari itu di perlukan gagas yang motifatif dalam mengatasi masalah ini.


(sampah yang menumpuk di salah satu TPA pada sebuah kota)

   Kira-kira cara apa yang bisa di lakukan dalam mengatasi masalah-masalah tersebut?. Maka untuk itu saya akan berusaha menjawab dengan gagasan saya yang mudah-mudahan bisa menjadi introspeksi diri bgi kita semua.
Dalam mengatasi maslah sampah cara yang paling efektif adalah dengan membangun pusat daur ulang sampah di kota tersebut, dengan daur ulang kita bisa menghemat dalam segi ekonomi, maupun tempat. Dalam daur ulang sampah ini kita dapat mengambil contoh dari negara-negara yang sudah maju dalam segi pengolahan sampahnya. Contohnya seperti Jepang, Swedia, dan Belgia.



( Pusat pengolahan daur ulang sampah)

   Dengan membangun pusat daur ulang sampah kita dapat mengatasi maslah sampah itu tersebut sekaligus meniingkatkan mutu ekonomi wilayah tersebut. Dalam pusat daur ulang sampah, tahapan tahapan yang di perlukan dalam mengolah kumpulan sampah menjadi bahan yang bisa di pakai kembali sebagai berikut;
1.      Pertama tama truk pengankut sampah akan mengangkut sampah dari tempat sampah yang sudah di sediakan.
2.      Setelah sampah di angkut, sampah akan di bawa ke pusat daur ulang.
3.      Setelah sampah sudah sampai pada tempat pengumpulan, sampah akan di masukan pada msin pemilah sampah dan akan di sortir.
4.      Setelah sudah di sortir, sampah akan masuk pada mesin daur ulang.
5.      Setelah di daur ulang sampahpun akan bisa diolah kembali menjadi barang yang berguna.



( cara kerja mesin daur ulang sampah)

   Selain dengan membangun pusat daur ulang sampah, kita juga dapat menyontohi sistem pengolahan sampai dari negara lainnya. Misal kita ambil contoh dari jepang. Jepang merupakan salah  satu negara denga pengolahan sampah terbaik di Dunia. Jepang terkenal dengan sistem penyortiran sampahnya yang rumit.

   Saking rumitnya, setiap warga Jepang dibekali dengan buklet setebal 27 halaman, termasuk instruksi detail untuk 518 jenis barang, agar mampu menyortir sampahnya sendiri.Lipstik, misalnya, masuk ke kategori sampah yang akan dibakar; tetapi tabung lipstik, "setelah isinya terpakai semua," dikategorikan sebagai "logam ringan" atau plastik. Sementara untuk cerek, kategorinya mesti diukur berdasarkan panjangnya. Di bawah 30 sentimeter dianggap logam ringan, namun lebih dari itu menjadi sampah besar.

   Dengan sitem seperti ini walaupun kelihatannya merepotkan tetapi terbukti bahwa masalah sampah pada negara tersebut dapat teratasi. Karena dalam mengatasi sampah ini di perlukan kerjasama anatar berbagai sektor, pemerintah maupun masyarakat.

Dengan membahas tetang gagasan dan ide saya ini saya berharap gagasan ini dapat berguna kedepannya..


TERIMA KASIH...

 SUMBER: