Assalamualaikum Wr..
Wb..
Di kesempatan ini saya
akan menuliskan gagasan dan ide saya untuk negeri tercinta Indonesia. Akan
lebih baik sebelumnya marilah kita panjatkan puji dan Syukur kepada Allah SWT yang telah
memberikan kita semua rahmat dan kasihsayang-Nya. Saya juga ingin mengucapkan
terima kasih kepada semua orang yang telah membantu dalam menyelesaikan artikel
ini. Ok, cukup kata pembukanya, untuk tidak bertele-tele lebih lama lagi
marilah kita masuk pada inti permasalahan.
Kali ini saya akan
membahas gagasan saya tentang pengolahan sampah di Masohi. Sebelum masuk pada
inti permasalahannya marilah kita mengenal sedikit tentang asal-usul Kota yang
sedang berkembang ini.
(Batas Kota sekaligus pintu masuk kota
masohi)
Kota Masohi
adalah ibukota dari kabupaten Maluku Tengah profvinsi Maluku, merupakan
kota yang dibangun pada tahun 1957 yang diresmikan lewat peletakan batu pertama
oleh presiden pertama RI Ir Soekarno. Kota ini pada awalnya dibangun di atas
tanah sengketa antara pemerintah Amahai dengan pemerintah daerah setelah daerah
Seram Barat tidak dianggap layak. Kota yang didirikan pada tanah adat negeri
Amahai "dataran NAMA" merupakan awal dari sejarah nusa ina/pulau
seram setelah melemahnya kekuatan Republik Maluku Selatan pimpinan Chr.
Soumokil serta sebagai wujud membangun Maluku setelah kemerdekaan NKRI.
( Presden Soekarno )
Setelah konflik SARA
yang terjadi di Maluku pada Masa Reformasi usai, kota Masohi pun ikut terkena
dampak dari kerusakan yang di akibatkan konflik brutal tersebut, bahkan seluruh
kota hampir luluh lantah. Setelah masa konflik usai, Masohi pun mulai berbenah
diri. Masyarakat dan pemerintah pun saling bahu membahu dalam membangun infra
struktur kota. Mulai dari perumahan, sekolah, sampai pusat pemerintahan mulai
di bngaun kembali. Walaupun infra struktur dan dan fasilitas di kota masohi
kian bertumbuh, namun menurut lembaga lpdp, kab. Maluku Tengah yang didalamnya
terdapat kota Masohi masih dalam status wilayah tertinggal.
(saksi bisu konflik SARA kota Masohi)
Setelah keamanan dan
kedamaian serta kenyamanan telah tercipta di tanah Masohi masalah baru pun
mulai bermunculan, salah satunya adalah pengelolaan ‘sampah’. Walaupun dapat di
katakan Masohi merupakan kota yang asri dan hijau, Masalah sampah di Masohi
semakin hari semakin menghawartirkan, mulai dari sampah bertebaran di mana
mana, TPA (tempat pembuangan akhir) yang tidak jelas kebradaannya dan sampah
yang menumpuk di saluran sungai kota yang di akibatkan pembuangan sampah secara
sembarangan kian hari kian menghawatirkan.
Dalam mengatasi sampah
ini tak hanya di butuhkan peran pemerintah secara berkelanjutan, tetapi juga di
butuhkan peran penting masyarakat dalam menangani hal tersebut. Walaupun sekarang
pemerintah kota masohi tengah mencanangkan program pembersihan tepi pantai yang
sudah dapat di lihat kemajuannya yang kian hari semakin signifikan, namun
permasalahn utamanya terletak pada TPA yang bisa dikatakan merusak tampilan
hutan. Kenapa dapat merusak tampilan hutan, di karenakan TPA tersebut letak
lokasinya dapat di katakan di dalam hutan. Ini menimbulkan pertanyaan yang
terus terbesik di benak kita, apakah
nanti pada suatu hari tidak akan terjadi penumpukan sampah di daerah tersebut
jika dibiarkan begitu terus menerus?, apalagi sampah yang dihasilkan kian hari
semakin bertambah. Maka dari itu di perlukan gagas yang motifatif dalam
mengatasi masalah ini.
(sampah yang menumpuk di salah satu TPA pada sebuah
kota)
Kira-kira cara apa yang
bisa di lakukan dalam mengatasi masalah-masalah tersebut?. Maka untuk itu saya
akan berusaha menjawab dengan gagasan saya yang mudah-mudahan bisa menjadi
introspeksi diri bgi kita semua.
Dalam mengatasi maslah
sampah cara yang paling efektif adalah dengan membangun pusat daur ulang sampah
di kota tersebut, dengan daur ulang kita bisa menghemat dalam segi ekonomi,
maupun tempat. Dalam daur ulang sampah ini kita dapat mengambil contoh dari
negara-negara yang sudah maju dalam segi pengolahan sampahnya. Contohnya seperti
Jepang, Swedia, dan Belgia.
( Pusat pengolahan daur ulang sampah)
Dengan membangun pusat
daur ulang sampah kita dapat mengatasi maslah sampah itu tersebut sekaligus
meniingkatkan mutu ekonomi wilayah tersebut. Dalam pusat daur ulang sampah,
tahapan tahapan yang di perlukan dalam mengolah kumpulan sampah menjadi bahan
yang bisa di pakai kembali sebagai berikut;
1. Pertama
tama truk pengankut sampah akan mengangkut sampah dari tempat sampah yang sudah
di sediakan.
2. Setelah
sampah di angkut, sampah akan di bawa ke pusat daur ulang.
3. Setelah
sampah sudah sampai pada tempat pengumpulan, sampah akan di masukan pada msin
pemilah sampah dan akan di sortir.
4. Setelah
sudah di sortir, sampah akan masuk pada mesin daur ulang.
5. Setelah
di daur ulang sampahpun akan bisa diolah kembali menjadi barang yang berguna.
( cara kerja mesin daur ulang sampah)
Selain dengan membangun
pusat daur ulang sampah, kita juga dapat menyontohi sistem pengolahan sampai
dari negara lainnya. Misal kita ambil contoh dari jepang. Jepang merupakan
salah satu negara denga pengolahan
sampah terbaik di Dunia. Jepang terkenal dengan sistem penyortiran sampahnya
yang rumit.
Saking
rumitnya, setiap warga Jepang dibekali dengan buklet setebal 27 halaman,
termasuk instruksi detail untuk 518 jenis barang, agar mampu menyortir
sampahnya sendiri.Lipstik, misalnya, masuk ke kategori sampah yang akan
dibakar; tetapi tabung lipstik, "setelah isinya terpakai semua,"
dikategorikan sebagai "logam ringan" atau plastik. Sementara untuk
cerek, kategorinya mesti diukur berdasarkan panjangnya. Di bawah 30 sentimeter
dianggap logam ringan, namun lebih dari itu menjadi sampah besar.
Dengan sitem seperti ini walaupun
kelihatannya merepotkan tetapi terbukti bahwa masalah sampah pada negara
tersebut dapat teratasi. Karena dalam mengatasi sampah ini di perlukan
kerjasama anatar berbagai sektor, pemerintah maupun masyarakat.
Dengan membahas tetang gagasan dan ide saya
ini saya berharap gagasan ini dapat berguna kedepannya..
TERIMA KASIH...
SUMBER: