Asslamualaikum Wr.. Wb..
Pernahkah
terlintas di benak anda sebenarnya apa sih masyarakat kota dan masyarakat desa
itu..?, dan apakah yang akan terjadi semisal salah satu dari jenis masyarakat
ini hilang?, dan apakah akan mempengaruhi kubu masyarakat lainnya. Sering kita
mendengar a ucapan bahwa “ lebih baik saya tinggal di desa saja..” atau “saya
ingin pergi ke kota saja..”, apakah ada dampak besar bila salah satu
angan-angan tersebut di realisasikan oleh salah satu pihak. Maka untuk itu saya akan menjelaskan apa sih
masyarakat kota maupun desa itu, bagaimana hubungan dari kedua komponen
masyarakat tersebut, perbedaannya, dan saling keterkaitan antar keduanya.
Masyarakat Kota.
Sebelum
mengenal apa itu masyarakat kota, kita perlu mengenal dulu apa sih yang di
maksud dengan “kota” dan “masyarakat”. Kota merupakan kawasan pemukiman
yang secara fisik ditunjukkan oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi tata
ruangnya dan memiliki berbagai fasilitas untuk mendukung kehidupan warganya
secara mandiri.
Ciri fisik
kota meliputi hal sebagai berikut:
- Tersedianya tempat-tempat untuk pasar dan pertokoan
- Tersedianya tempat-tempat untuk parkir
- Terdapatnya sarana rekreasi dan sarana olahraga
Dalam
bahasa Inggris masyarakat adalah society yang pengertiannya mencakup interaksi
sosial, perubahan sosial, dan rasa kebersamaan. Istilah masyarakat disebut pula
sistem sosial.
Setelah
mengetahui apa pengertian kota dan masyarakat, maka kita dapat mengetahui apa
sebenarnya pengertian dari masyarakat kota. Masayarakat kota adalah suatu
tatanan sistem sosial berskala besar yang di dalamnya terdapat berbegai macam
individu beragam yang di dukung dengan berbagai fasilitas yang memadai.
Ciri-Ciri
masyarakat Perkotaan antara lain;
·
Aspek keagamaan
yang semakin berkurang dan sifat duniawi yang semakin besar.
·
Bersifat individualisme.
·
Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih
tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
·
Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan
juga lebih banyak diperoleh warga kota.
·
Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan
pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti
sangat penting, intuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
·
Perubahan-perubahan tampak nyata dikota-kota,
sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.
Masyarak Desa
Sebelum
mengenal apa itu masyarakat desa, mari kita kenal lebih jauh dulu apa yang di
maksud dengan sebuah desa. Desa, atau udik, menurut
definisi "universal", adalah sebuah aglomerasi permukiman di area perdesaan (rural). Di Indonesia,
istilah desa adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di
bawah kecamatan, yang dipimpin oleh Kepala Desa. Sebuah desa merupakan kumpulan
dari beberapa unit permukiman kecil yang disebut kampung (Banten, Jawa Barat)
atau dusun (Yogyakarta) atau banjar (Bali) atau jorong (Sumatera Barat). Kepala
Desa dapat disebut dengan nama lain misalnya Kepala Kampung atau Petinggi di Kalimantan
Timur, Klèbun di Madura, Pambakal di Kalimantan Selatan, dan Kuwu di Cirebon,
Hukum Tua di Sulawesi Utara.
Ciri-ciri
sebuah Desa;
- Kehidupan masyarakatnya sangat erat dengan alam.
- Pertanian sangat bergantung pada musim.
- Desa merupakan kesatuan sosial dan kesatuan kerja.
- Struktur perekonomian bersifat agraris.
- Hubungan antarmasyarakat desa berdasarkan ikatan kekeluargaan yang erat (gemmeinschaft).
- Perkembangan sosial relatif lambat dan sosial kontrol ditentukan oleh moral dan hukum informal.
- Norma agama dan hukum adat masih kuat.
Lalu
apa sbenarnya yang di maksud dengan masyarakat desa..?. Masyarakat desa adalah
sebuah sistem sosial yang di mana mempunyai kaitan erat dengan adat-istiadat
dan alam serta merupakan satuan masyarakat dengan skala kecil.
Adapun
ciri masyarakat desa yaitu;
- Kehidupan keagamaan di kota berkurang dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
- Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu.
- Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
- Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota daripada warga desa.
- Interaksi yang lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.
- Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
- Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh.
Perbedaan Masyarakat Desa dan Kota.
Dalam
masyarakat modern, sering dibedakan antara masyarakat pedesaan (rural
community) dan masyarakat perkotaan (urban community). Menurut Soekanto (1994),
per-bedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian
masyarakat sederhana, karena dalam masyarakat modern, betapa pun kecilnya suatu
desa, pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota. Perbedaan masyarakat pedesaan dan
masyarakat perkotaan, pada hakekatnya bersifat gradual.
Kita dapat
membedakan antara masyarakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya
karakteristik tersendiri. Masing-masing punya sistem yang mandiri, dengan
fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda,
bahkan kadang-kadang dikatakan “berlawanan” pula.
Warga suatu
masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam
ketimbang hubungan mereka dengan warga masyarakat pedesaan lainnya. Sistem
kehidupan biasanya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan (Soekanto, 1994).
Selanjutnya Pudjiwati (1985), menjelaskan ciri-ciri relasi sosial yang ada di
desa itu, adalah pertama-tama, hubungan kekerabatan. Sistem kekerabatan dan
kelompok kekerabatan masih memegang peranan penting. Penduduk masyarakat
pedesaan pada umumnya hidup dari pertanian, walaupun terlihat adanya tukang
kayu, tukang genteng dan bata, tukang membuat gula, akan tetapi inti pekerjaan
penduduk adalah pertanian. Pekerjaan-pekerjaan di samping pertanian, hanya
merupakan pekerjaan sambilan saja.
Golongan
orang-orang tua pada masyarakat pedesaan umumnya memegang peranan penting.
Orang akan selalu meminta nasihat kepada mereka apabila ada kesulitan-kesulitan
yang dihadapi. Nimpoeno (1992) menyatakan bahwa di daerah pedesaan
kekuasaan-kekuasaan pada umumnya terpusat pada individu seorang kiyai, ajengan,
lurah dan sebagainya.
Ada beberapa
ciri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara
desa dan kota. Dengan melihat perbedaan perbedaan yang ada mudah mudahan akan
dapat mengurangi kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat
disebut sebagi masyarakat pedeasaan atau masyarakat perkotaan.
Sumber;