Sabtu, 21 Januari 2017

Masyarakat Kota dan Desa.



Asslamualaikum Wr.. Wb..
Pernahkah terlintas di benak anda sebenarnya apa sih masyarakat kota dan masyarakat desa itu..?, dan apakah yang akan terjadi semisal salah satu dari jenis masyarakat ini hilang?, dan apakah akan mempengaruhi kubu masyarakat lainnya. Sering kita mendengar a ucapan bahwa “ lebih baik saya tinggal di desa saja..” atau “saya ingin pergi ke kota saja..”, apakah ada dampak besar bila salah satu angan-angan tersebut di realisasikan oleh salah satu pihak.  Maka untuk itu saya akan menjelaskan apa sih masyarakat kota maupun desa itu, bagaimana hubungan dari kedua komponen masyarakat tersebut, perbedaannya, dan saling keterkaitan antar keduanya.

Masyarakat Kota.
Sebelum mengenal apa itu masyarakat kota, kita perlu mengenal dulu apa sih yang di maksud dengan “kota” dan “masyarakat”. Kota merupakan kawasan pemukiman yang secara fisik ditunjukkan oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi tata ruangnya dan memiliki berbagai fasilitas untuk mendukung kehidupan warganya secara mandiri.
Ciri fisik kota meliputi hal sebagai berikut:
  • Tersedianya tempat-tempat untuk pasar dan pertokoan
  • Tersedianya tempat-tempat untuk parkir
  • Terdapatnya sarana rekreasi dan sarana olahraga
Dalam bahasa Inggris masyarakat adalah society yang pengertiannya mencakup interaksi sosial, perubahan sosial, dan rasa kebersamaan. Istilah masyarakat disebut pula sistem sosial.
Setelah mengetahui apa pengertian kota dan masyarakat, maka kita dapat mengetahui apa sebenarnya pengertian dari masyarakat kota. Masayarakat kota adalah suatu tatanan sistem sosial berskala besar yang di dalamnya terdapat berbegai macam individu beragam yang di dukung dengan berbagai fasilitas yang memadai.
Ciri-Ciri masyarakat Perkotaan antara lain;
·         Aspek keagamaan yang semakin berkurang dan sifat duniawi yang semakin besar.
·         Bersifat individualisme.
·         Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
·         Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota.
·         Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, intuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
·         Perubahan-perubahan tampak nyata  dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.

Masyarak Desa
Sebelum mengenal apa itu masyarakat desa, mari kita kenal lebih jauh dulu apa yang di maksud dengan sebuah desa. Desa, atau udik, menurut definisi "universal", adalah sebuah aglomerasi permukiman di area perdesaan (rural). Di Indonesia, istilah desa adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kecamatan, yang dipimpin oleh Kepala Desa. Sebuah desa merupakan kumpulan dari beberapa unit permukiman kecil yang disebut kampung (Banten, Jawa Barat) atau dusun (Yogyakarta) atau banjar (Bali) atau jorong (Sumatera Barat). Kepala Desa dapat disebut dengan nama lain misalnya Kepala Kampung atau Petinggi di Kalimantan Timur, Klèbun di Madura, Pambakal di Kalimantan Selatan, dan Kuwu di Cirebon, Hukum Tua di Sulawesi Utara.
Ciri-ciri sebuah Desa;
  1. Kehidupan masyarakatnya sangat erat dengan alam.
  2. Pertanian sangat bergantung pada musim.
  3. Desa merupakan kesatuan sosial dan kesatuan kerja.
  4. Struktur perekonomian bersifat agraris.
  5. Hubungan antarmasyarakat desa berdasarkan ikatan kekeluargaan yang erat (gemmeinschaft).
  6. Perkembangan sosial relatif lambat dan sosial kontrol ditentukan oleh moral dan hukum informal.
  7. Norma agama dan hukum adat masih kuat.
Lalu apa sbenarnya yang di maksud dengan masyarakat desa..?. Masyarakat desa adalah sebuah sistem sosial yang di mana mempunyai kaitan erat dengan adat-istiadat dan alam serta merupakan satuan masyarakat dengan skala kecil.
Adapun ciri masyarakat desa yaitu;
  • Kehidupan keagamaan di kota berkurang dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
  • Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu.
  • Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
  • Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota daripada warga desa.
  • Interaksi yang lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.
  • Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
  • Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh.

Perbedaan Masyarakat Desa dan Kota.
Dalam masyarakat modern, sering dibedakan antara masyarakat pedesaan (rural community) dan masyarakat perkotaan (urban community). Menurut Soekanto (1994), per-bedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian masyarakat sederhana, karena dalam masyarakat modern, betapa pun kecilnya suatu desa, pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota. Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan, pada hakekatnya bersifat gradual.
Kita dapat membedakan antara masyarakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya karakteristik tersendiri. Masing-masing punya sistem yang mandiri, dengan fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda, bahkan kadang-kadang dikatakan “berlawanan” pula.
Warga suatu masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam ketimbang hubungan mereka dengan warga masyarakat pedesaan lainnya. Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan (Soekanto, 1994). Selanjutnya Pudjiwati (1985), menjelaskan ciri-ciri relasi sosial yang ada di desa itu, adalah pertama-tama, hubungan kekerabatan. Sistem kekerabatan dan kelompok kekerabatan masih memegang peranan penting. Penduduk masyarakat pedesaan pada umumnya hidup dari pertanian, walaupun terlihat adanya tukang kayu, tukang genteng dan bata, tukang membuat gula, akan tetapi inti pekerjaan penduduk adalah pertanian. Pekerjaan-pekerjaan di samping pertanian, hanya merupakan pekerjaan sambilan saja.
Golongan orang-orang tua pada masyarakat pedesaan umumnya memegang peranan penting. Orang akan selalu meminta nasihat kepada mereka apabila ada kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Nimpoeno (1992) menyatakan bahwa di daerah pedesaan kekuasaan-kekuasaan pada umumnya terpusat pada individu seorang kiyai, ajengan, lurah dan sebagainya.
Ada beberapa ciri yang dapat dipergunakan  sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota. Dengan melihat perbedaan perbedaan yang ada mudah mudahan akan dapat mengurangi kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat disebut sebagi masyarakat pedeasaan atau masyarakat perkotaan.


Sumber;