Kamis, 08 November 2018

Perbedaan Standar Penulisan Makalah, Laporan atau Skripsi serta Jurnal

  Penulisan laporan, makalah, jurnal maupun skirpsi sudah menjadi asupan sehari-hari bagi masyarakat perkuliahan, apalagi sebagai mahasiswa tingkat akhir yang sedang gencar-gencarnya mengerjakan laporan KP maupun skripsi. Penulisan yang sering dilakukan mahasiswa kadang mendapat revisi yang berulang-ulang, dengan alasan standar penulisan yang tidak sesuai, lalu bagaimana sih standar penulisan yang memenuhi persyaratan itu? apakah ada aturan khusus yang membedakan antara penulisan laporan, makalah dan jurnal?. Jawaban dari pertanyaan tersebut insyaalah akan bisa kita pahami dari artikel berikut ini. 

 A. Standar Penulisan Makalah
      Dalam pembuatan makalah pada umumnya haruslah memenuhi beberapa aturan-aturan baku yang telah ditentukan karena makalah adalah karya tulis yang bentuknya formal. Dalam beberapa kasus nyatanya masih ada beberapa orang yang belum mengerti atau bahkan belum tau tentang standar penulisan makalah yang benar. Biasanya mereka yang belum mengerti atau bahkan belum tau adalah mereka yang baru mengenal dan baru akan membuat sebuah makalah itu sendiri.Seperti halnya dalam mengatur Jenis Font, Ukuran Font, Spasi, Paragraf, Margins, Ukuran Kertas, dan lainnya. Maka dari itu pada postingan kali ini akan membahas standar atau aturan-aturan baku dalam membuat makalah.
     Standar penulisan makalah memiliki elemen dasar yang terddiri dari pembuka dan pokok/bagian utama dalam penulisan. 
   1. Pembuka. 
       Pembuka ini meliputi bagian dari makalah yang berfungsi untuk menyampaikan kepada pembaca identitas penulis, judul dari makalah, keaslian, serta daftar dari isi makalah. bagian dari pembuka antara lain:
       a. Cover
       b. Kata Pengantar
       c. Daftar (Isi, gambar, tabel, dll)
       d. Lampiran
   2. Pokok/Bagian Utama Penulisan.
    Pokok atau bagian utama berfungsi untuk menjelaskan maksud, isi, serta referensi yang digunakan   dalam makalah yang ditulis. bagian dari pokok penulisan antara lain:
       a. Pendahuluan (BAB I)
       b. Isi (BAB II)
       c. Penutup (BAB III)
       d. Daftar Pustaka
    Setelah kita mengetahui elemen-elemen dasar pada makalah, sekarang kita akan langsung mengatur ukuran-ukuran lainnya agar memenuhi standar dalam pembuatan makalah sehingga hasilnya akan terlihat maksimal. Berikut aturan dalam pembuatan makalah:
      1). Ukuran Kertas yang digunakan adalah A4 (210 x 297 mm).
      2). Jenis Font yang harus digunakan adalah Times New Roman.
      3). Untuk Ukuran Font standar adalah 12 pt, sedangkan untuk judul cover menggunakan 24 atau 

           26 pt dengan semua huruf kapital dan font style bold, sedangkan untuk judul pada bab yaitu 
           menggunakan 14 pt dengan font style adalah bold.
     4). Before dan After pada Spacing kita ubah menjadi 0 pt semua, sedangkan pada Line Spacing 

          untuk penulisan makalah adalah 1.5 lines.
     5). Custom Margins dengan ukuran Top : 4 cm, Left : 4 cm, Bottom : 3 cm, dan Right : 3 cm.
     6).Yang terakhir adalah membuat beberapa paragraf yang diinginkan menjadi rata kiri kanan atau 

          justify atau dengen menekan tombol Ctrl + J dengan cara memblok tulisan yang dipilih.

B. Standar Penulisan Laporan
     Terdapat berbagai macam jenis laporan yang di bagi sesuai tujuannya misalnya laporan untuk penelitian, laporan skripsi, laporan praktikum, dan lainnya. Meskipun memiliki banyak jenis, pada dasarnya standar penuulisan laporan memiliki kesamaan yang signifikan. Untuk mengetahui standar penulisan laporan yang baik, saya akan mengambil contoh dari standar penulisan laporan skripsi untuk menjadi gambaran pedoman poenulisannya. Berikut adalah standar penulisan laporan skripsi.


Skripsi disusun dengan sistematika sebagai berikut:

1.    Bagian awal

a.     Sampul Skripsi

Sampul skripsi memuat judul (dibuat sesingkat-singkatnya, tetapi jelas dan menunjukan dengan tepat masalah yang diteliti), maksud penulisan skripsi (untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam mendapatkan gelar Sarjana Teknik), lambang    ITATS, nama dan nomor mahasiswa (ditulis lengkap dan tanpa derajat kesarjanaan. Nomor mahasiswa dibawah nama), nama program studi atau jurusan, nama Fakultas, nama universitas (Institut), dan tahun penyelesaian. Sampul dibuat dari kertas karton tebal dengan warna Biru Tua. Contoh sampul skripsi dapat dilihat pada lampiran T1.


b.     Halaman Putih dan Kosong
Halaman tersebut dimaksudkan  untuk perantara antara sampul skripsi dan halaman judul.

c.     Halaman Judul
Format halaman judul sama dengan halaman sampul, bedanya dengan halaman sampul, halaman ini dicetak pada kertas HVS berwarna putih.

d.     Halaman Pengesahan
Halaman ini memuat bukti pengesahan administrative dan akademik oleh tim penguji dan Ketua Jurusan Teknik Informatika - ITATS. Unsur-unsur yang harus ada dalam halaman ini ialah judul skripsi, nama penulis, pernyataan pengesahan panitia penguji dan Ketua Jurusan Teknik Informatika. Contoh halaman pengesahan dapat dilihat pada lampiran T2a-b.

e.     Halaman Persembahan
Halaman ini dimaksudkan untuk menyampaikan kata-kata persembahan yang dianggap penting untuk disampaikan oleh penulis skripsi. Halaman ini sifatnya bukan keharusan, boleh ada boleh tidak.

f.      Abstrak Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
Abstrak disusun dengan menggunakan urutan kata ABSTRAK, abstrak tidak boleh lebih dari 250 kata dan di tulis dalam 2 bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, yang merupakan uraian singkat tetapi lengkap tentang tujuan, cara dan hasil penelitian.Tujuan penelitian disarikan dari tujuan penelitian, cara disarikan dari halan / metode penelitian, dan hasil penelitian disarikan dari kesimpulan. Penulisan abstrak disertai 3-5 kata kunci (Key Word).

g.     Kata Pengantar
Kata pengantar dimaksudkan untuk menyampaikan informasi secara global mengenai maksud penulisan skripsi, dan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah berjasa dalam penulisan skripsi. Kata-kata tersebut disusun dalam bentuk essai.

h.     Daftar isi
Daftar isi memuat secara rinci isi secara keseluruhan skripsi  beserta letak nomor halamannya. Unsur skripsi yang dimasukkan ke dalam daftar isi dimulai dari abstrak sampai dengan lampiran. Halaman sampul, halaman judul, halaman pengesahan, dan halaman persembahan tidak perlu dimasukkan kedalam daftar isi. Meskipun demikian halaman-halaman tersebut tetap diperhitungkan untuk pemberian nomor halaman.

i.      Daftar Tabel
Daftar tabel(jika ada) memuat nomor urut, judul tabel beserta nomor halaman dimana tabel tersebut disajikan.

j.      Daftar Gambar
Daftar gambar(jika ada) berisi nomor urut, judul gambar beserta nomor halaman dimana gambar tersebut disajikan.

k.     Daftar Lampiran
Daftar lampiran memuat acuan judul lampiran dan nomor halamannya. Perlu tidaknya suatu daftar gambar, sama dengan persyaratan daftar lampiran.

2.    Bagian Isi
Isi skripsi disajikan dalam bentuk Bab-bab, Subbab, dan  atau tingkat hirarki judul yang lebih rinci lagi dengan menganut sistematika tertentu. Karena adanya berbagai pendekatan penelitian yang mungkin digunakan dalam penyusunan skripsi, mahasiswa diharapkan membaca buku-buku panduan atau berkonsultasi dengan pakar yang ahli dalam bidang metodologi penelitian.  

3.   Bagian Akhir
a.     Daftar Pustaka
Daftar pustaka memuat semua buku, jurnal, laporan penelitian, dan sumber-sumber rujukan lain  yang digunakan  dalam penulisan skripsi. Daftar pustaka disusun menurut format khusus yang cara penulisannya diuraikan tersendiri pada halaman berikutnya.

b.     Lampiran
Lampiran memuat semua dokumen atau bahan penunjang yang dilaksanakan dalam penulisan skripsi, tetapi dianggap terlalu mengganggu jika dimasukkan dalam teks  isi skripsi. Lampiran dapat berupa listing program, gambar rangkaian, data sheet, surat survey, instrument, rumus-rumus dam perhitungan statistik yang dipakai, prosedur perhitungan, dan hasil uji coba.



C. Standar Penulisan Jurnal.
     Seperti makalah dan laporan, jurnal memiliki standar atau pedoman penuulisan tersendiri. berikut akan dijeklaskan pedoman penulisan jurnal yaitu sebagai berikut:
JUDUL (dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris)



Nama penulis pertama

Nama penulis kedua



1Alamat penulis pertama (lengkap dgn email)

2Alamat penulis kedua (lengkap dgn email)

Misal : Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma

(alamat instansi, bukan rumah)

ABSTRAK

(abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris)



Satu paragraf, memuat tujuan, metode penelitian yang digunakan, hasil, dan

maksimum lima kata kunci.

Kata Kunci: aaaa, bbbb, cccc, dddd, eeee.

PENDAHULUAN

Pendahuluan memuat latar belakang penelitian secara ringkas dan padat, dan tujuan. Dukungan teori tidak perlu dimasukkan pada bagian ini, tetapi penelitian sejenis yang sudah dilakukan dapat dinyatakan.



METODE PENELITIAN

Metode penelitian merupakan prosedur dan teknik penelitian. Antara satu penelitian dengan penelitian yang lain, prosedur dan tekniknya akan berbeda. Kalau tidak berbeda, berarti penelitian itu hanya mengulang penelitian yang sudah ada sebelumnya.  Tapi bukan berarti harus berbeda semuanya. Untuk penelitian sosial misalnya, populasi penelitian mungkin saja sama, tapi teknik samplingnya berbeda, teknik pengumpulan datanya berbeda, analisis datanya berbeda, dan lain-lain. Mohon diuraikan dengan jelas, bukan hanya mengopi dari penelitian lain. Kalau mau disertakan penelitian yang dilakukan termasuk ke dalam kategori penelitian yang mana, mohon diperhatikan dengan baik, jangan asal mengopi dari teori Metodologi Penelitian.



Bagian ini bisa dibagi menjadi beberapa sub bab, tetapi tidak perlu mencantumkan penomorannya.



PEMBAHASAN

Bagian ini memuat data (dalam bentuk ringkas), analisis data dan interpretasi terhadap hasil.   Teori-teori yang sudah ada digunakan pada bagian ini untuk interpretasi, tentu saja bukan dengan          copy and paste, tapi dengan penyesuaian kalimat sebagai interpretasi. Jika dilihat dari proporsi tulisan, bagian ini harusnya mengambil proporsi terbanyak, bisa mencapai 50% atau  lebih. Referensi banyak yang tercantum dalam Daftar Pustaka harusnya dimuat pada bagian ini dalam bentuk rujukan (hanya menuliskan nama belakang penulis dan tahun terbit).

Bagian ini bisa dibagi menjadi beberapa sub bab, tetapi tidak perlu mencantumkan penomorannya.



SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan dan saran dapat dibuat dalam sub bagian yang terpisah. Simpulan menjawab tujuan, bukan mengulang teori, berarti menyatakan hasil penelitian secara ringkas (tapi bukan ringkasan pembahasan).   Saran merupakan penelitian lanjutan yang dirasa masih diperlukan untuk penyempurnaan hasil penelitian supaya berdaya guna. Penelitian tentunya tidak selalu berdaya guna bagi masyarakat dalam satu kali penelitian, tapi merupakan rangkaian penelitian yang berkelanjutan.



DAFTAR PUSTAKA

Bagian ini hanya memuat referensi yang benar-benar dirujuk; dengan demikian, referensi yang dimasukkan pada bagian ini akan ditemukan tertulis pada bagian-bagian sebelumnya.  Sistematika penulisannya didasarkan pada Harvard style  tapi dengan sedikit modifikasi adalah:

  • Menurut abjad, dengan tata penulisan (baik bagi penulis pertama, kedua, dan seterusnya): nama belakang, lalu diikuti nama pertama dan seterusnya dalam bentuk singkatan. Contoh : Siringoringo, H.
  • Tidak perlu dikelompokkan berdasarkan buku, jurnal, koran, ataupun berdasarkan tipe publikasi lainnya.
  • Sistematika penulisan untuk buku: nama penulis tahun publikasi Judul buku Penerbit, kota. Contoh : Siringoringo, H. 2009 Simulasi Sistem Industri Gunadarma, Depok.
  • Sistematika penulisan untuk jurnal: nama penulis   Tahun publikasi   “Judul tulisan”   nama jurnal   Volume, nomor (halaman).   Penerbit, kota. Contoh : Siringoringo, H. 2009 “Consumer shopping behavior among modern retail formats” Delhi Business Review 10(1) 1-6.
  • Sistematika penulisan untuk skripsi/tesis/disertasi: nama penulis. Tahun lulus. Judul skripsi/tesis/disertasi.  Penerbit, kota.
  • Sistematika penulisan untuk artikel dari internet: nama penulis. Tanggal, bulan, dan tahun download.  Judul tulisan.  Alamat situs.
  • Sistematika penulisan untuk artikel dalam koran/majalah: nama penulis. Tanggal, bulan dan tahun publikasi.  “Judul tulisan.”  Nama koran.  Penerbit, kota.



Aturan Penulisan

  • Tulisan merupakan hasil penelitian
  • Tulisan ilmiah menggunakan bahasa Indonesia baku, setiap kata asing dicari padanannya dalam bahasa Indonesia baku, dan tidak perlu menyertakan bahasa asingnya.
  • Kalimat yang diambil dari tulisan ilmiah dalam bahasa asing diterjemahkan dalam bahasa Indonesia baku.
  • Referensi menggunakan aturan penulis, tahun, hanya mencantumkan nama belakang penulis dan tahun tulisan (contoh: Kotler, 2000) dan mohon diperiksa ulang dengan daftar pustaka (sangat membantu jika menggunakan fasilitas bibliografi yang ada di perangkat lunak pengolah kata).
  • Tidak menggunakan catatan kaki.
  • Tulisan ilmiah dikirimkan dengan format:
    • Ukuran kertas yang digunakan A4
    • Panjang tulisan minimum 12 halaman, maksimum 16 halaman
    • Marjin keliling 3 cm
    • Spasi 1
    • Dalam bentuk 1 kolom (standar, tidak perlu dibuat kolom)
    • Huruf Times New Roman, ukuran 12
    • Semua jenis rumus ditulis menggunakan Mathematical Equation (bagi pengguna MS Word ada di bagian Insert => Equation), termasuk pembagian/fraksi, Zigma, Akar, Matriks, Integral, Limit/Log, Pangkat, dsb
    • Semua jenis symbol menggunakan simbol standar yang ada di pengolah data (bagi pengguna MS Word ada di bagian Insert => Symbol)
    • Judul tabel dan gambar ditulis di tengah, sentence case, dengan jarak 1 spasi dari tabel atau gambarnya.  Tulisan “Tabel” atau “Gambar” dengan nomornya diletakkan satu baris sendiri.   Judul tabel diletakkan di atas tabel (sebelum tabel) dan judul gambar diletakkan di bawah gambar (setelah gambar). Penulisan sumber tabel atau gambar diletakkan di bawah tabel dan gambar (center pada gambar dan sejajar tabel pada tabel dengan huruf 10 pt).   Pada gambar, penulisan sumber diletakkan setelah judul gambar dengan jarak 1 spasi.  Tulisan dalam tabel 10 pt.
      Sekian dari penjelasan mengenai perbedaan penulisan antara makalah, laporan, serta jurnal. Semoga artikel ini dapat membantu kita dalam mengatasi kebimbangan akan cara penulisan yang baik.
      
Sumber: 12, 3

 

Minggu, 15 Juli 2018

Game Theory dalam Teknik Sipil

Latar Belakang
  Tak bisa dipungkiri lagi bahwa dunia kerja teknik sipil tidak dapat di pisahkan dengan kata persaingan. Persaingan yang terjadi dapat terjadi dalam  skala individu maupun kelompok, dan biasanya terjadi dalam segi pemsaran jasa maupun barang (bahan bangunan atau peralatan konstruksi). Maka untuk itu diperlukan suatu strategi yang dapat berupa suatu pendekata matematis yang nantinya akan mampu merumuskan situasi persaingan dan konflik yang berguna dalam pengambilan keputusan. Dalam kesempatan ini kita akan mempelajari cara apa yang cocok dan bagaimana kinerjanya dalam mengatasi masalah persaingan.

Tujuan
  Tujuan dari arikel ini adalah untuk mengetahui cara apa yang cocok dalam merumuskan suatu kondisi persaingan dan  bagaimana contoh penggunaannya.

Metode
  Metode yang akan digunakan dalam merumuskan masalah persaingan dalam artikel ini adalah Teori Permainan (Game Theory).  
 
Landasan Teori
 Teori Permainan (game theory) adalah suatu pendekatan matematis untuk merumuskan situasi persaingan dan konflik antara berbagai persaingan. Teori ini dikembangkan untuk menganalisa proses pengambilan keputusan dari situasi persaingan yang berbeda dan melibatkan dua atau lebih kepentingan. Kepentingan-kepentingan yang bersaing dalam permintaan disebut pemain (players). Anggapan yang digunakan adalah bahwa setiap pemain mempunyai kemampuan untuk mengambil keputusan secara bebas dan rasional. Model teori permainan dapat diklasifikasikan dengan sejumlah cara seperti jumlah pemain, jumlah keuntungan dan kerugian serta jumlah strategi yang digunakan dalam permainan. 

Ketentuan Umum  
Teori Permainan memiliki beberapa ketentuan umum yaitu sebagai berikut:
  • Setiap pemain bermain rasional, dengan asumsi memiliki intelegensi yang sama, dan tujuan  sama, yaitu memaksimumkan payoff, dengan kriteria maksimin dan minimaks.
  • Terdiri dari 2 pemain, keuntungan bagi salah satu pemain merupakan kerugian bagi peman lain.
  • Tabel yang disusun menunjukkan keuntungan pemain baris, dan kerugian pemain kolom. 
  • Permainan dikatakan adil jika hasil akhir menghasilkan nilai nol (0), tidak ada yang menang/kalah. 
  • Tujuan dari teori permainan ini adalah mengidentifikasi  strategi yang paling optimal. 
Strategi
Pada tahap penyelesaian terdapat beberapa bentuk strategi yang dapat diikuti, strategi tersebut sebagai berikut: 
  • STRATEGI MURNI, Penyelesaian dilakukan dengan menggunakan konsep maksimin untuk pemain baris dan minimaks untuk pemain kolom. Dalam strategi ini pemain akan menggunakan satu strategi tunggal untuk mendapat hasil optimal (saddle point yang sama).
  • STRATEGI CAMPURAN, Strategi ini dilakukan bila strategi murni belum memberi penyelesaian optimal. Sehingga perlu dilakukan tindak lanjut untuk mendapat titik optimal, dengan usaha mendapatkan saddle point yang sama.

Pembahasan
1. Kasus dengan Strategi Murni 
    Dua perusahaan Semen berusaha untuk mendapatkan keuntungan yang ada, dengan mengandalkan strategi yang dimiliki. perusahaan semen A mengandalkan 2 strategi sedangkan perusahaan semen B mengandalkan 3 strategi. tentukan strategi paling optimal.
  • Penyelesaian     
    Untuk pemain baris ( Perusahaan semen A), pilih nilai terkecil dari setiap baris. Dalam hal ini, nilai terkecilnya yaitu 38 dan 40, selanjutnya dari 2 nilai tersebut tentukan nilai yang paling besar dalam hal ini yaitu 40.
  Untuk pemain kolom (Perusahaan semen B), pilih nilai terbesar dari setiap kolom. dalam hal ini, nilai terbesarnya yaitu 40, 45, dan 48, selanjutnya dari 3 nilai tersebut tentukan nilai yang paling kecil, dalam hal ini adalah 40
  Kesimpulan:
1. Perusahaan semen A dan B sudah memilih strategi yang optimum dengan nilai 40.
2. pilihan tersebut berarti bahwa meskipun perusahaan semen A ingin memiliki keuntungan yang paling besar, tetapi hanya akan memperoleh keuntungan maksimal 40 dengan menggunakan strategi harga 2. Demikian juga dengan perusahaan semen B dengan kerugian minimal 40 untuk menghadapi strategi dari perusahaan A dengan menggunakan strategi harga 1.
3. penggunaan strategi lain akan berdampak pada menerunnya keuntungan perusahaan semen A dan meningkatnya kerugian perusahaan semen B.

2. Kasus dengan Strategi Campuran.
  Dari kasus di atas dan dengan adanya perkembangan di pasar, Perusahaan semen A yang tadinya hanya mempunya produk dengan strategi harga 1 dan 2, sekarang menambah 1 buah strategi harga yang baru. hasilnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
  •  Penyelesaian
  Untuk mengetahui strategi yang paling optimum, pertama kita cari nilai maximin dan minimax sepeerti pada strategi murni. Ternyata didapatkan nilai penyelesaian yang berbeda.  Nilai yang di dapatkan adalah perusahaan semen A memiliki nilai 38 sedangkan perusahaan semen B memiliki nilai 40.
  Untuk itu, langkah selanjutnya adalah masing- masing perusahaan menghilangkan strategi yang menghasilkan keuntungan dan kerugian terburuk. Bagi perusahaan semen A strategi harga 2 yang paling buruk dan bagi B strategi harga 3 yang paling buruk. setelah itu diperolehlah kombinasi baru.
 Langkah selanjutnya adalah dengan memberikan nilai probabilitas digunakannya kedua strategi bagi masing-masing perusahaan. untuk perusahaan. Bagi perusahaan A bila keberhasilan menggunakan strategi harga 1 adalah p, maka keberhasilan menggunakan strategi harga 3 adalah 1-p. begitu pula dengan perusahaan B, bila keberhasilan menggunakan strategi harga 1 adalah q, maka keberhasilan menggunakan strategi harga 2 adalah 1-q.
  Langkah selanjutnya adalah mencari besaran probabilitas setiap strategi untuk menghitung saddle point yang optimal.

Untuk Perusahaan Semen A:
  Bila strategi perusahaan A direspon perusahaan B dengan Harga Strategi 1.
37p + 40 - 40p = 40 - 3p

  Bila strategi perusahaan A direspon perusahaan B dengan Strategi Harga 2.
38p + 45 - 45p = 45 - 7p

  Bila di gabung.
4p = 5
p = 5/4 = 1,25

Apabila p = 1,25 dan 1-p = -0, 25 subtitusikan kedua nilai pada kedua persamaan, maka akan didapatkan:
40 - 3(1,25) = 36,25
45 - 7(1,25) = 36,25

Keuntungan yang diharapkan adalah sama, yaitu 36,25. keuntungan yang didapat perusahaan A mengalami penurunan sebanyak 3,75. ini menandakan penambahan strategi hanya akan merugikan perusahaan semen A. untuk itu perhitungan besaran probabilitas pada perusahaan semen B sudah tidak perlu dilakukan lagi mengingat adanya kerugian yang besar pada perusahaan A.