Kamis, 14 Maret 2019

Jembatan dalam Teknik Sipil

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia jembatan adalah jalan (dari bambu, kayu, beton, dan sebagainya) yang direntangkan di atas sungai (jurang, tepi pangkalan, dan sebagainya), sedangkan dalam dunia engineering jembatan adalah sebuah strukur yang sengaja dibangun untuk menyebrangi jurang atau rintanngan seperti sungai, lembah, rel kereta api maupun jalan raya. jembatan dibangun agar para pejalan kaki, pengemudi kendaraan atau kereta api dapat melewati halangan-halangan tersebut. Namun ternyata ada berbagai jenis jembatan yang berbeda baik dari segi strukur, kekuatan, maupun biaya pembangunan. Pada kesempatan ini akan saya jelaskan apa saja syarat-syarat perencenaan jembatan, peraturan-peraturan yang dipakai dalam perencanaan, bagian-bagian dari konstruksi jembatan, bentuk-bentuk jembatan, serta beban-beban yang bekerja dalam perencanaan struktur jembatan.


A. Syarat-syarat (Pertimbangan) Perencanaan Jembatan yang Layak

     Terdapat berbagai syarat-syarat atau hal yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan jembatan, syarat-syarat tersebut seperrti;

1. Lokasi
    Penentuan lokasi dan layout jembatan tergantung pada kondisi-kondisi lalulintas. secara umum, suatu jembatan berfungsi untuk melayani arus lalu lintas dengan baik, kecuali jika terdapat kondisi-kondisi khusus.

2. Layout Jembatan (Desain)
    Setelah lokasi jembatan di tentukan, variabel berikutnya yang penting pula dalam perencenaan adalah layout jembatan terhadap topografi setempat.

3. Pertimbangan Layout Jembatan Melintasi sungai
    Kondisi umum yang membatasi penempatan jembatan di atas sungai yaitu seperti persilangan pada  sungai, sungai dan tributary, serta sungai permanen.

4. Kelengkapan Data
    Kelangkapan data sangat krusial dalam perencanaan jembatan. Data tersebut dapat di kumpulkan melalui penyilidikan lapangan/lokasi yang tersistematis sesuai standar yanng ditetentukan.


5. Anggaran, Bahan Material dan Alat-alat Bangunan
    Penetuan anggaran yang memadai serta bahan, material dan peralatan yang tersedia menjadi penunjang layaknya perencanaan jembatan.

B. Peraturan-peraturan dalam Perencanaan Jembatan
     Dalam merencanakan dan melaksanakan pekerjaan proyek konstruksi jembatan terdapat beberapa aturan yanng menjadi acuan yang bertujuan agar pekerjaan konstruksi yang dilakukan sesuai dengan standar keselamatan yang ada. acuan tersebut antara lain;
    
    1. SE M PUPR 2015, Pedoman Umum Perencanaan Jembatan
    2. SNI 03-1725-1989, Pedoman Perencenaan Pembebanan Jembatan Jalan Raya
    3. SNI 2838-2008, Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Jembatan
    4. SNI 03-2850-1992, Tata Cara Pemasangan Utilitas di Jalan
    5. RSNI T-02-2005, Standar Pembebanan untuk Jembatan
    6. RSNI T-03-2005, Standar Perencanaan Struktur Baja untuk Jembatan
    7. RSNI T-12-2004, Standar Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan
    8. Pd-T-13-2004-B, Pedoman Penempatan Utilitas pada Daerah Milik Jalan
    9. SNI-1725-2016, Pedoman Pembebanan Jembatan
   10. Peraturan Perencanaan Jembatan, Bagian 2, BSM, 1992.

C. Bagian-bagian dari Konstruksi Jembatan
     Berikut akan ditunjukan bagian-bagian dari konstruksi jembatan, yaitu  sebagai berikut;
  
    1. Struktur Bangunan Atas
        a. Gelagar-gelagar utama
        b. Gelagar melintang
        c. Lantai kendaraan
        d. Lantai Trotoar
        e. Pipa sandaran
        f. Tiang sandaran
   2. Bangunan Bawah
        a. Pilar
        b. Pangkal (abutment)
        c. Breast wall
        d. Tempat sepatu
        e. Sepatu/Perletakan
        f. Prapet (back wall)
        g. Sayap (wing wall)
     
   Dapat juga dilihat pada gambar di bawah ini:

D. Bentuk-bentuk Jembatan
     Dalam dunia konstruksi terdapat berbagai macam benntuk/jenis jembatan yang berbeda. Bentuk-bentuk jembatan akan berbeda tergantung pada fungsinya, dan tipe strukturnya. Berikut bentuk-bentuk jembatan yang sering di pakai dalam proyek konstruksi.

    1. Berdasarkan Bahan Konstruksinya
        a. Jembatan Kayu


      b. Jembatan Pasangan Batu Bata

      c. Jembatan Beton Bertulang/Prategang

     d. Jembatan Baja

      e. Jembatan Komposit

   2. Jembatan Berdasarkan tipe strukturnya.
       a. Jembatan Alang (Beam Bridge)

        b. Jembatan Penyangga (Cantilever Bridge)

       c. Jembatan Lengkung (Arch Bridge)

       d. Jembatan Gantunng (Suspension Bridge)

      e. Stressed Ribon Bridge

      f. Self Anchored Suspension Bridge

      g. Cable Stayed Bridge

     h. Truss Bridge

    i. Jembatan Beton Prategang

     j. Jembatan Box Girder

D. Pembebanan yang Bekerja Pada Jembatan
     Dalam perencanaan struktur jemabatan secara umum hal yang perlu sekali diperhatikan adalah masalah pembebanan yang akan bekerja pada struktur jembatan yang dibuat. Ada beberapa macam pembebanan yang bekerja pada struktur jembatan, yaitu:

1. Beban Primer
    Beban primer merupakan beban utama dalam perhitungan tegangan pada setiap perencanaan jembatan, yang terdiri dari: beban mati, beban hidup, beban kejut dan gaya akibat tekanan tanah.

2. Beban Sekunder
    Beban sekunder adalah beban yang merupakan beban sementara yang selalu diperhitungkan dalam penghitungan tegangan pada setiap perencanaan jembatan. Beban sekunder terdiri dari:
   a. Beban angin
   b. Gaya akibat perbedaan suhu
   c. Gaya rangkak dan susut
   d. Gaya rem dan traksi
   f. Gaya akibat gempa
   g. Gaya gesejab pada tumpuan bergerak

3. Beban Khusus
    Beban khusus yaitu beban-beban yang khususnya bekerja atau berpengaruh terhadap suatu struktur jembatan. Misalnya: gaya sentirfugal, gaya gesekan pada tumpuan, beban selama pelaksanaan pekerjaan struktur jembatan, gaya akibat tumbukan benda-benda yang hanyut dibawa oleh aliran sungai.



Nama: Muhammad Yahya Alfandi Tuasikal
Kelas : 3TA03
NPM : 15316140
Nama Dosen: I Kadek Bagus Widana Putra ST., MT.